
Moskow - Bertempat di ruang multiguna perpustakaan kota Moskow, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Rusia mengadakan diskusi memperingati Hari Kartini bertajuk “Emansipasi wanita dalam perspektif Islam”, Minggu (21/4/2013).
Bertindak sebagai pemateri diskusi adalah Raisa, mahasiswi alumni Sastra Rusia Universitas Indonesia yang sedang menimba ilmu di kota Tula, Rusia.
“Emansipasi wanita dalam konteks kekinian perlu dipahami secara menyeluruh dengan melandaskan nilai-nilai Islam dalam mempraktekannya sebagaimana telah dicontohkan oleh para emansipator muslimah” ujar alumni Pondok Pesantren Gontor Darussalam ini.
Wanita berdarah Aceh ini juga menambahkan bahwa“ Dalam Islam terdapat tuntunan yang berkaitan dengan emansipasi wanita, hanya saja di dalamnya juga terdapat batasan-batasan yang pada tujuannya untuk menjaga kehormatan wanita itu sendiri serta menyadarkan akan kodratnya sebagai mitra laki-laki dalam keluarga maupun di masyarakat.”
Sementara menurut Nurul Wirda, pengurus PCIM Rusia yang bertindak sebagai moderator diskusi mencontohkan bahwa emansipasi wanita yang digalakkan di berbagai negara salah satunya di Rusia, beberapa hal dalam penerapannya justru cenderung mengabaikan batasan yang ada.
Adapun pendapat ketua PCIM Rusia, Kusen, M.A, yang menggugat kepahlawanan R.A. Kartini karena menurutnya banyak tokoh muslimah di Nusantara yang lebih dulu mengusung ide-ide emansipasi wanita namun tidak memperoleh gelar dari pemerintah.
“Demi melanjutkan perjuangan serta mewujudkan cita-cita emansipator muslimah jauh sebelum R.A Kartini, saya mendorong para wanita di Indonesia untuk mengambil peran lebih guna mewujudkan emansipasi dalam konteks kekinian yang didasari nilai-nilai Islam ” tutupnya. (Indra Kurniawan)
إرسال تعليق